Deklarasi

Gue nggak segitu naifnya sih. Gue tau kalo dunia itu nggak hitam-putih, lebih banyak yang abu-abunya. Tapi kok akhir-akhir ini gue ngerasa dunia itu lebih banyak hitamnya ya??

Malem ini di MetroTV ada berita tentang penetapan bakal calon cawapresnya SBY. Yang lagi santer kedengeran namanya ya Boediono. Trus tiba-tiba katanya empat partai koalisi, yang tadi gue liat sih PKS, mengancam membatalkan koalisi kalo bener Boediono yang dipilih. Katanya, cawapres tuh harus dari partai Islam karena begini-begitu-begini-begitu. Harus non-Jawa karena begitu-begini-begitu-begini. Dulu Demokrat mau koalisi sama Golkar juga ancemannya gitu. Suara kurang dari 10% juga! 10% dari 60%, kerena 40% nya golput. Huhh... Katanya partai Islam, kok ya haus kekuasaan juga!!!! *emosi jiwa*

Gue bukannya pendukung SBY/Demokrat. Oke, mungkin gue memang milih Demokrat waktu Pemilu kemarin, tapi bukan berarti gue simpatisan kan. Mana yang katanya bhineka tunggal ika??? Pada lupa kali ya??? Nggak ngefek kali ya belajar P4, PPKn, PKn, apalah itu namanya??? Nggak ada yang namanya pasangan harus nasionalis-Islamis, Jawa-Non Jawa. Huhhh... Sedangkal itu kah orang menilai masyarakat Indonesia sampe harus ada formula saklek in order to maintain stability??? Kepentingan bangsa apanya???

Gue sebetulnya bukan orang yang percaya sama politikus. Tapi gue berusaha untuk nggak skeptis, nggak apatis... *ngapus air mata* Tapi kok gue bertubi-tubi mendapatkan bahwa mungkin keyakinan gue sia-sia ya? Huks, huks... Makin dipikir makin sebel.

Apa gue bikin negara sendiri aja ya? Ukurannya cukup 10x10. Dimana gue yang bikin peraturan, gue yang naatin sendiri. Ide cerdas. Kayaknya gue ngerti kenapa dulu Pidi Baiq bikin Republik Panas Dalam. Yeyyy... Kalo gue bikin negara sendiri berarti gue nggak usah pusing-pusing mikirin Pemilu, nggak perlu mikirin kerjaan yang berguna buat Indonesia, nggak usah peduli mau berapa pun jumlah pengangguran dan orang miskin di Indo, nggak usah peduli anak-anak SD yang disuruh masuk sekolah jam 6.30 pagi... Cukup bersimpati pada Indo (bodo amat, bukan negara gue juga). Cukup berbakti pada negara 10x10 meter gue doang, yang penduduknya ya cuma gue. Dengan kata lain: gue cukup memikirkan diri gue sendiri. Cerdas, Dev, cerdas...

0 komentar: