Sabtu pagi-pagi buta kemarin, himpunan gw akhirnya menutup rangkaian kaderisasi dengan pelantikan. Tempatnya di Ciburial, ceritanya, sebelum pelantikan kita ngelakuin Pengabdian Masyarakat dulu. Isinya demonstrasi dan wicara padi SRI (gw lupa singkatannya apa), lomba-lomba bwt anak-anak, pembuatan pupuk, dan yang tak kalah penting… elevasi perekonomian di sana, karena tiba-tiba aja warung-warung sekitar, tukang bakso, dan tukang cakwe diserbu sama manusia-manusia ini.
Pelantikannya Alhamdulillah sesuai dengan yang direncanakan, walopun flow di tempat gw jadinya nggak tinggi-tinggi banget seperti ekspektasi gw. Trus, akhirnya tibalah saat puncaknya. Setelah mereka diputer-puter sambil ditutup matanya sama 2004 dan 2003 (panitia cuma bisa bingung dan berharap), mereka ngebentuk lingkaran dengan 2 orang panitia di dalam lingkaran dan kibar-kibarin bendera Indonesia dan bendera himpunan.
Ceritanya, kahim gw teriak-teriak sambil nanya ‘siapa kalian?’, mereka jawab ‘2007’, ‘2007’, mereka bakal jawab lagi ‘ITB’. Tapi yang kita harepin adalah mereka menjawab dengan Himatek, bukan ITB lagi. Jadilah dipancing-pancing dengan kata-kata: ‘katanya udah pantes dilantik’, ‘hah? ITB? Masih TPB?’, dan lain-lain lah. Sampe akhirnya ada yang teriak ITB, trus ada panitia yang muterin mereka bisikin ‘Himatek’. Si Beng-Beng (kahim gw) terus-terusan teriak ‘2007’ sampe serek suaranya, dan akhirnya semuanya bilang: ‘Hi-ma-tek’. Baru setelah itu kita semua (yang waktu itu ada tepat di belakang mereka), menyampirkan (bener nggak sih bahasanya? Heu…) jahim yang kita pake ke mereka. Padahal saat itu jam empat subuh, udaranya dingin mampus, dan kita cuma pake kaos panitia doang. Beruntunglah kalian 2007, mempunyai senior-semior seperti kami. Hahahaha…
Anyhow, setelah itu sayup-sayup kedengeran lagu Mentari, sayangnya, keputus adzan Subuh. Agak ngerusak flow sih, secara semuanya jadi diem dulu. Udah gitu, tiba-tiba temen gw menarik gw dari barisan dan bilang: ‘Dev, sekarang lo baca puisi.’ Hahh??
Akhirnya dengan berbekal senter dan toa yang dipegangin temen gw, setelah adzan, tiba2 aja gw membacakan puisi, yang baru dibikin siangnya oleh Auzan, dan diedit malemnya dengan bantuan Anita, Ferry, dan gw. Sialnya, karena si 2004 bikin lingkaran-lingkaran membingungkan yang memecah konsen panitia, pas puisi udah mau selesai, gw nengok-nengok ke belakang, dan tampak wajah-wajah bingung yang nggak ngerti abis-ini-mw-ngapain. Karena kayaknya garing kalo dibiarin diem, gw dengan menirukan adegan-adegan Disney yang kalo stuck langsung nyanyi, akhirnya nyanyiin lagu Mentari di depan. Beruntung smw orang ikutan nyanyi, kalo nggak gw aja sendirian nyanyi di tengah gitu!!!
Trus setelah ditutup dengan salam Ganesha dan break sholat subuh, si 2007 dikumpulin lagi buat pembacaan SK-BPA tentang keanggotaan mereka. Lalu dimulailah siksaan yang sesungguhnya buat mereka *ketawa setan*. Hidangan dimulai dengan makan bawang merah yang ada di kalung mereka. Yang tadinya udah makan, tetep harus makan lagi. Dilanjutkan dengan makan pudding yang dicampur dengan jamu segala rupa, sepertinya puddingnya lebih parah daripada jelly-jamu-habis-melahirkan yang gw makan tahun lalu (not like I care, seperti yang gw bilang, ini penyiksaan…). Hidangan selanjutnya adalah ‘sereal’ jengkol-pete yang dibikin di basecamp dan membuat seluruh panitia mual-mual waktu rapat. Parahnya, dikasih essens durian pula. Gw yang nggak makan aja hampir muntah sampe keluar air mata! Wakkakka… Menyiksa memang indah. Seharusnya semua itu ditutup dengan bubur kacang hijau yang enak, tapi dasar yang bikin juga bukan ahli masak, kacang ijo-nya pun kemanisan dan bikin enek. Hahaha… Terima nasib aja lah ya…
Pulang-pulang jam setengah 10 sampe rumah, tidur jam 12 siang sampe jam 6 pagi keesokan harinya!! Hibernasi! Pas bangun pagi tadi pun badan gw masih lemes, 18 jam tanpa asupan cairan dan makanan, setelah selama 2 hari; tidur 4 jam di hari pertama dan nggak tidur di hari kedua. Badan gw berasa rontok smw.............
Posted in:
cerita,
himatek
on
Minggu, 22 Juni 2008
at
di
06:56