Ups...

Gue nggak nyadar kemaren gue salah menekan 'Terbitkan Entri' di tulisan yang belom ada apa-apa kecuali judul. Jadilah pas gue buka blog gue tadi, gue bengong ngeliat judul 'Masih Ngomongin Masa Depan' tanpa batang-tubuh-nya.

O iya, gue sudah mengubah lagi template blog ini. Nggak ada lagi yang boleh protes! (you read that, Jof?!) Karna template pertama (kemungkinan karna begitu seringnya gue liat :D) agak membutakan mata dan template kedua bikin kepala gue teleng (is this a word?) ke kiri.

Ada kesulitan dalam mengomentari posting gue nggak sih? Kemaren temen gue, Devita namanya, yang notabenenya adalah mahasiswi Manajemen UI, udah menggebu-gebu mau mencaci-maki posting gue tentang krisis global. Terus dia sms gue, mengeluh nggak bisa nge-post komentarnya. Yang mengingatkan gue... Mana nih anonim yang lumayan sering berkomentar? Udah jarang ngobrol lagi. Sombong betul... *curhat-colongan*

Eniwei..., kemarin temen gue menawarkan jadi kontributor di Majari, sebuah web-site tentang Chemical Engineering buatan Michael Jubel (TK'04). Reaksi pertama gue adalah skeptis. Me and ChE, sadly, never get along very well. Terus dia bilang, "Lumayan lho, sebulan dibayar ***" Gue mulai tertarik (hahaha..., it's all 'bout the money, beib...) Lalu sampe di rumah gue buka web-sitenya... gue langsung speechless. Anda bisa liat sendiri lah bagaimana bentuknya majarimagazine.com.

Gue suka sirik dengan orang-orang yang kayaknya udah tau banget mereka mau ngelakuin apa. Kemarin-kemarin ini, gue udah mutusin kalo gue pengen serius nulis (yea.., yea... Save your insults for later...). Tapi setelah dapet tawaran itu, gue jadi kepikiran. Jenis tulisan kan ada banyak. Oke, gue mau nulis... Nulis apa ya?

Sebetulnya kalau ditanya kenapa gue pengen jadi penulis adalah karena lewat tulisan, salah satunya, kita bisa masuk ke kehidupan banyak orang. Lewat tulisan kita bisa mengubah paradigma orang lain tentang sesuatu, menularkan ide, dan akhinya, mungkin aja, membuat keadaan masyarakat yang lebih mendekati ideal. Terlebih kalau masuk ke bidang jurnalistik. Kalau kata Ika, "Sejahat-jahatnya jurnalis, dia bisa bikin berita kecil menjadi besar dan berita besar jadi kecil." Karena itu, jadi jurnalis harusnya nggak gampang. Karena ada kepentingan masyarakat di dalamnya.

Gue jadi ngelantur kemana-mana. Btw, hari ini deadline. Tulisan gue? Umm...


*Info sedikit. Di Kompas (kalo nggak salah) gue baca Barrack Obama adalah lulusan Harvard Law School. Tadi gue baca Decision NYC dari Columbia Journalist, bahwa sebetulnya Obama adalah lulusan Columbia University School of Political Science. Presiden US pertama yang merupakan alumni universitas ini. Ini sekaligus mengoreksi tulisan gue di 'We Beat The Ivy'.

3 komentar:

  1. I vote for this template.

     
  2. i still prefer the old one....(yeah, i cant read that dev...LOL)

    looks like somebody is missing someone....:D (kalimat yang gak jelas)

    -jofa-

     
  3. yep, idem ikram.
    vote this template too.