Some people's rain, other's sunny day
Gw baru nyadar kenapa Bogor dibilang kota hujan, ternyata memang hujan trus ya. Hehe... Took me long enough to realize, sampe harus pindah ke Bandung dulu.
Waktu gw bangun pagi ini, hujan turun dengan lumayan gede. And it's a great simple feeling, just to sit and enjoy the rain and sip a cup of coffee. I love the smell of the air, clean and fresh. Terutama gw suka bau hujan ketemu tanah. Kaya gimana ya baunya..., hmm... Like bringing life to earth. Hahaha... Bahasanya...
Terus percakapan gw dengan temen gw keinget lagi. Dia bilang dia sukanya ngeliat langit biru jernih, sementara gw suka hujan gerimis-gerimis. Maybe the fact that he comes from Jakarta. Rata-rata orang Jakarta nggak suka hujan, hahahaha...
Anyway, gw berpikir, lucu ya. Gw dan dia bukan orang yang terpengaruh banget dengan turun hujan ato nggak. Ngaruhnya ke kita paling cuma jadi males berangkat kuliah pagi-pagi, hehe... Tapi udah bawel dengan cuaca. Sedangkan ada orang-orang yang hidupnya bergantung pada cuaca, kayak petani.
Gw jadi ngerasa egois. Kalo mau jalan-jalan gw berharap nggak ujan, tapi di tengah jalan gw mengeluh panas, kalo ujan gw mengeluh lagi. Terus pagi-pagi gw berharap ujan, tapi kalo ujan gw mengeluh males kuliah naik angkot basah-basah. Sementara kalo petani, kalo ujan terus-terusan panennya bisa gagal, kalo panas terus juga bisa kekeringan. Mau ngeluh kayak apapun nggak ngaruh, tetep aja kualitas hidup beberapa bulan ke depan menurun. But they take it anyway, and survive.
Rasanya gw nggak mau berharap hujan/panas, mengeluh hujan/panas lagi deh. I'm only going to make the best of it, whether it's rain or sunny. Toh 2-2nya ada sisi menyenangkannya kok, dan kalo dipikir2, I'm okay with both of it. Lagipula, kebahagiaan gw nggak tergantung sm cuaca juga. Maybe, the world will be a better place, if I just except, enjoy, and be grateful to the world, just the way it is. And maybe, it's indeed what makes life worth living.
Peace, World